JERUSALEM

JERUSALEM
SOLIDARITI BERSAMA PALESTIN

Wednesday, February 18, 2015

Nilai seorang ulama : Ilmu atau kelakuannya?

Kita tidak menyedari siapa sebenarnya Ali Jum’ah hingga berlakunya rampasan kuasa di Mesir! 

 Begitulah juga kita di Malaysia ini, hanya apabila berlakunya isu MB Selangor, baru kita tahu siapa sebenarnya manusia yg bergelar Tuan Guru Haji Hadi dan Tuan Guru Harun Din.

 Bahawa ianya bukan masalah ilmu pengetahuan, tetapi masalah nilai. Mereka ada ilmu….tetapi tidak ada nilai…..

 Ali Jum'ah, adalah antara ilmuan yang hebat dalam dunia Islam… Tetapi dalam ucapannya, dia arahkan tentera Mesir : Bunuh mereka! 

 Ali Jum’ah berkata kepada tentera Mesir : Uqtuluhum! – Dia mengarahkan pembunuhan keatas para demonstrator yang merupakan penyokong-penyokong Mursyi.

“Bunuh mereka! – Jika kamu bunuh mereka, baik bagi kamu, jika mereka bunuh kamu, baik bagi kamu kerana kamu akan pergi ke syorga!”

 Terbaru, dilaporkan, Ali Jum'ah kononnya telah mengeluarkan fatwa baru yang menggemparkan dan mengelirukan ramai dan kini menjadi  polemik baru di Mesir Baca di sini. Berikut adalah penjelasan beliau mengenainya. Allahu a'lam.

Penjelasan : “Tidak ada teks Al-Quran yang mengharamkan zina”.

Mantan Mufti Mesir dan anggota Dewan Ulama Senior, Dr. Ali Jum’ah mencabut pernyataan yang disampaikannya di sebuah simposium pada saat pameran buku internasional di Cairo. Saat itu Ali Jum’ah mengatakan bahwa, “Tidak ada teks Al-Quran yang mengharamkan zina”.

 Dalam surat yang dikirim ke redaksi Almesryoon, Ali Jum’ah mengatakan, ada beberapa koran dan portal elektronik yang memotong-motong pernyataannya sehingga mengakibatkan syubhat (kesamaran) seakan-akan zina itu halal. Tentunya hal ini tidak pernah dikatakan orang-orang terdahulu atau pun setelahnya, dan tidak ada orang berakal yang menghalalkan zina.

 Dalam surat yang ditulisnya itu Ali Jum’ah menjelaskan bahwa, “Al-Quran tidak mengharamkan zina dengan kata-kata HARAM, dan kita tidak akan menemukan satu ayat pun yang mengatakan bahwa (Allah mengharamkan zina), melainkan Allah mengharamkan semua bentuk pendahuluan yang mengarah kepada zina dengan firmannya (Janganlah kamu semua mendekati perbuatan zina). Dengan demikian, jika Allah mengharamkan semua hal yang mengarah kepada perbuatan zina maka zina lebih haram lagi.”

 Ali Jum’ah menyinggung bahwa ungkapan pengharaman itu banyak, dan ulama terdahulu dan modern selalu menyampaikan hal ini. Misalnya Imam Zarkasyi mengatakan di dalam kitab Al-Bahr Al-Muhith (2/155), ungkapan larangan mengandung banyak makna, salah satunya bermakna pengharaman seperti firman Allah, “Janganlah kamu semua mendekati perbuatan zina.”

 Di samping itu, Ali Jum’ah juga menukil perkataan Imam Ghazali dari bukunya Al-Mankhul halaman 204 yang mengatakan bahwa larangan di Al-Quran mengandung banyak makna, di antaranya untuk pengharaman seperti firman Allah, “Janganlah kamu semua mendekati perbuatan zina.” SUMBER
Comments
2 Comments

2 comments :

Manshor Yahya said...

The body of ulama must separated from exeecutive body/committe. It must be be independent. As in the party it must be like that as if no connection at all either directly or indirectly. But the situation in the party they are very closely connected even thhey have a geng that proclaimed of ulama geng. It is unfortunate to have the situation which will split the party because of inclniing to their gang. Unhealthy practices have invaded the party.

Anonymous said...

Saudara.... Hujah dan tuduhan kamu Terhadap 2 insan itu amat memualkan. Kamu akan menyesal dgn tuduhqn ini...sehingga kamu menemui ajal. Munafik...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...