GOPENG

GOPENG
JOM BERSAMA PAKAAN HARAPAN

Saturday, September 26, 2015

Laporan tragedi Mina : Arab Saudi diragui

TEHRAN, 25 September (MNA) - Ahli Parlimen Iran menggesa Iran supaya menghantar segera sebuah jawatankuasa untuk menyiasat insiden haji, mendakwa laporan pihak Arab Saudi tidak boleh dipercayai.

Ketua Parlimen Keselamatan Negara dan Suruhanjaya Dasar Luar Iran, Alaeddin Boroujerdi mendakwa laporan kejadian oleh Arab Saudi tidak boleh dipercayai dan menggesa Kementerian Luar Iran supaya menghantar satu jawatankuasa untuk menyiasat peristiwa musibah semasa ibadah haji tahun ini.

 Beliau menyatakan perkara itu lewat Khamis semasa program TV mengenai kejadian itu dan merujuk kepada laporan oleh pegawai-pegawai Organisasi Haji dan Pilgrimage Iran yang dilarang mengakses kepada pusat perubatan merawat mangsa Iran di Arab Saudi.

 Kami tidak mempercayai mereka kerana mereka tidak membenarkan pegawai negara-negara Islam klain untuk melawat pusat perubatan yang bertanggungjawab menjaga mangsa jemaah di Mina, kata Boroujerdi.

 Beliau berkata adalah menjadi hak Iran untuk mengetahui apa yang telah berlaku kepada rakyatnya di Arab Saudi melalui penghantaran ejen keselamatan, kakitangan perubatan, dan diplomat.

 Ahli Parlimen kanan itu juga juga bersetuju dengan Pemimpin Iran bahawa kerajaan Arab Saudi perlu mengambil tanggungjawab untuk kejadian itu. ~ sumber

Komen al-Husseyn :

Apa cerita Jamil Khir dan Pengerusi TH, Datuk Seri Abdul Azeez Abdul Rahim ? Jamil Khir hanya sibuk hantar gambar sendiri di twitter ....
Comments
4 Comments

4 comments :

Anonymous said...

iran takkan biarkan
mereka melawan us dulu dan sekarang
siapa saudi
takut dengan saddam
panggil us masuk
mereka membunuh banyak nyawa
hanya allah yang mengetahui

Anonymous said...

berita yang buat darah mendidih

Koran Independent terbitan Inggris melaporkan bahwa pasukan gerak cepat Arab Saudi tidak terlatih dan menulis, “Dua jalur utama Mina [pada hari insiden] ditutup untuk pelintasan para anggota keluarga kerajaan Arab Saudi.”

Tasnim News mengutip Independent menyebutkan, dua jalur utama sebelum musibah Mina terjadi telah ditutup untuk lalu-lintas para anggota keluarga kerajaan Arab Saudi.

Berdasarkan laporan ini, musibah Mina adalah tragedi terburuk dalam pelaksanaan haji selama 25 tahun terakhir. Dalam tragedi kali ini, sekitar 1.300 hujjaj meninggal dunia dan lebih dari 2.000 orang cedera. Namuna media massa Arab Saudi menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa hanya 717 dan 863 terluka.(IRIB Indonesia/MZ)

http://indonesian.irib.ir/international/timur-tengah/item/100825-independent-dua-jalur-utama-mina-ditutup-untuk-para-keluarga-kerajaan
Khalid Saleh, a Saudi government employee who rushed to the site when he heard screams and sirens, said he had found “huge numbers of people on the ground either dying or injured.” Pilgrims there told him that some of the area’s exits had been closed so that V.I.P. cars could pass, he said.

http://www.nytimes.com/2015/09/25/world/middleeast/mecca-stampede.html?_r=3

Anonymous said...

Saya bersangka baik aje la.
Sudah qada dan qadar Allah

Anonymous said...

Wartawan IRIB melaporkan, para saksi mata yang membantu petugas penyelamat menangani para korban luka di Mina mengatakan, polisi Mina pada hari musibah, mengarahkan para jemaah haji hanya ke arah satu pintu keluar dan hal itu menyebabkan penumpukan jemaah dan berpuncak pada musibah Mina.

Waltera Musa, saksi mata dari Pantai Gading mengatakan, “Meski para petugas, polisi dan tim penyelamat berada di lokasi, tidak ada langkah-langkah untuk mencegah terjadinya musibah.”

Saksi mata lain dari Pantai Gading bernama Yaqoub menuturkan, “Musibah Mina tidak dapat ditolerir karena pasukan Saudi sama sekali tidak membantu.”

Keterangan yang sama juga dikatakan seorang warga Pantai Gading dan mengatakan, “Ketidaktertiban dalam acara lempah jumrah sangat jelas, kekeliruan dalam pengelolaan juga sangat banyak, dan tidak masuk akal jika pintu ditutup untuk kelompok yang sedang bergerak di saat jumlah jemaah terus bertambah.”

Seorang saksi mata dari Afghanistan dalam hal ini mengatakan bahwa beberapa hujjaj Iran di depannya meminta tolong akan tetapi pasukan Saudi mengatakan “jika mereka adalah orang Iran biarkan saja mereka mati” padahal banyak yang di bawah tumpukan jenazah yang masih hidup dan petugas tidak menyelamatkan mereka.

Adapun seorang perempuan Iran yang terluka dalam musibah Mina juga mengatakan, “Polisi di Mina pada hari musibah tidak memberikan pertolongan apapun dan banyak orang yang masih hidup di bawah tumpukan jenazah, akan tetapi mereka tidak peduli, dan ketika kami minta tolong, mereka mengatakan ‘sekarang waktu makan siang’.”

Hossein Haqiqi, dokter kelompok hujjaj veteran perang yang berada di lokasi mengatakan, “Dari jarak 200 meter saya melihat para petugas menutup sebuah jalan yang dilalui lebih dari 100 ribu orang dengan menggunakan mobil, dan karena tidak ada lagi jalan maju, maka jumlah jemaah semakin padat.”

Haqiqi menjelaskan, “Para petugas itu berada di lokasi dan tidak menolong, bahkan di situ ada helikopter akan tetapi mereka tidak melakukan apapun.”

Dokter Iran ini lebih lanjut mengatakan, “Para hujjaj di bawah terik matahari meninggal dunia karena kehausan dan ini bukan insiden melainkan kejahatan, karena penutupan jalan dan tidak membatu serta tidak dikerahkannya tim medis, sudah terencana, dan bahkan setelah tiga jam berlalu mereka tidak membuka jalan untuk penyaluran bantuan.”(IRIB Indonesia/MZ)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...